Ramai Ibubapa yang anak mereka dihantar ke asrama di sekolah kerajaan bersungut dan mengeloh kerana tidak berpuas hati.
Macam mana mereka tidak berpuas hati - mereka terpaksa ambil balik anak-anak mereka diasrama pada setiap petang Jumaat selepas habis kerja kerana pihak sekolah hanya menyediakan makanan bagi murid-murid asrama.
Seorang ibu yang tinggal di Ipoh mengeluh bercampur geram kerana terpaksa mengambil anaknya yang berada diasrama sekolah yang berasingan.
"Betapa susahnya saya kerana terpaksa pergi ke dua tempat dalam satu hari yang sama - seorang di Bagan Serai dan seorang lagi di Teluk Intan.Pergi ambil dan hantar balik anak-anak setiap hujung minggu!" Keluh ibu lima anak yang bekerja di sebuah jabatan kerajaan sebagai kerani biasa.
"Itu semua pakai duit; dengar tak lama lagi harga petrol akan dinaikan lagi, makin susahlah duduk bawah BN macam ini!" Marah sungguh si Ibu bila mengenangkan soal perbelanjaan yang semakin menghimpit kehidupannya, rakyat gulungan pertengahan. Apatah lagi mereka yang sudah sedia susah yang hidupnya umpama kais pagi makan pagi, kais petang belum tentu dapat...
"Nampaknya, hujung minggu kami sudah tidak boleh hendak kemana-mana lagi kerana terpaksa mengisahkan hal anak-anak mengambil dan menghantar mereka ke asrama ini" katanya lagi.
Dia menerangkan lagi masalah yang perlu dihadapi dengan kepulangan anak-anak di setiap hujung minggu dengan katanya, "Anak-anak yang balik tentunya bawa bersama pakaian mereka yang perlu dibasuh ...bawa buku untuk ulangkaji dan buat homework...bukankah ini semua menyusahkan mereka yang sepatutnya tidak perlu mengangkut kesana kemari benda-benda tersebut?"
"Kalau budak-budak ini tidak balik ke rumah , makan minum mereka kenalah bayar sendiri dengan membeli dikantin sekolah; bukannya murah, mahu guna RM20/ untuk dua hari itu.Kalau dah lapan hari...." Dia merenung kelangit mencongak angka untuk dibandingkan dengan jumlah pendapatan keluarganya yang dalam lingkungan RM3 ribu.Tolak duit rumah, duit kereta ....Terkebil-kebil matanya, terlopong mulutnya.
Begitulah rungutan ibubapa apabila peruntukan Bantuan Makanan Asrama telah dikurangkan. Dilaporkan, ibu bapa yang berpendapatan melebihi RM5,000 sebulan akan dikenakan bayaran RM3.00 sehari berbanding hanya RM1.00 sebelumnya.
http://alhusseyn51.blogspot.com/
This entry was posted
on Tuesday, January 19, 2010
and is filed under
Umum
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.
Online Map
P94 Hulu Selangor

HARAKAHDAILY
Tranungkite Online
Malaysiakini
terengganu lening
global
macam-macam
Video Channels
-
-
-
BICARA 2 MUROBBI7 years ago
-
-
-
Ilmu Sesat - Tok Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat13 years ago
-
bros15 years ago
-
Blogroll
-
-
-
Artikel Februari 20223 years ago
-
POLITIK WANG DALAM UMNO MEMBARAH7 years ago
-
NOTIS PENUTUPAN BLOG RAKYAT MARHAEN7 years ago
-
-
-
-
Kelantan umum 11 Sept cuti peristiwa9 years ago
-
15 tanda kematian mulia10 years ago
-
-
-
-
Harga Kubah Masjid11 years ago
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Archives
Link/Laman
Radio & TV
Minda
- Abdul Hadi Awang
- AlHusseyn
- Amin Iskandar
- Anwar Ibrahim
- Azizi Abdullah
- Bakaq
- Dr Mohd Asri
- Dr Siti Mariah
- Dr Zulkifly
- Faisal Tehrani
- Hanipa
- Herman
- Hishamuddin
- Husam Musa
- Ibnu Hasyim
- Idris Ahmad
- Kadir Jasin
- Khalid Samad
- Khalil Idham Lim
- Khir Toyo
- Lufti
- Mahathir
- Mahfuz
- Misbahul Munir
- Nasrudin
- Nik Abdul Aziz
- Nik Nasri
- NikAbduh
- Nobisha
- Raja Petra
- Ramli Abd Halim
- Roslan SMS
- Saiful Islam
- Sayuti Omar
- Sofi Wahab
- Subky
- Tuan Ibrahim
- Wan Ji
- Wfaudzin
- Zaharuddin
- Zaid Ibrahim
- Zainol Abiden
- Zainulfaqar
- Zolkharnain
- Zulkifli Nordin
Categories
- Berita (12)
- GST (7)
- Isu Felda (1)
- Isu Kalimah Allah (144)
- Isu royalti minyak (34)
- Kenyataan Media (6)
- Krisis Perak (16)
- Luar Negara (82)
- Macam-macam ada (54)
- Memali (1)
- P94 Hulu Selangpr (59)
- Pandangan (112)
- Parlimen (12)
- Pedoman (23)
- Politik (803)
- Pulau Pinang (1)
- Sidang Dun Trg (8)
- SodomyII (41)
- Sukan (5)
- Terengganu lening (53)
- Umum (133)
- Useful Info (2)




0 comments